Hati pria itu gundah, muak dengan segalanya
Di rumah sudah terlalu banyak derita, kemunafikan, dan sandiwara
Dia putuskan tuk pergi
memulai pengembaraannya.....................
Perjalanannya dia mulai dari tengah-tengah bumi
Tujuan pertamanya... belahan bumi utara
Sesampainya di utara dia menetap sementara
Sang pengembara tinggal untuk waktu yang cukup lama Dingin, sepi, sendiri............
Untuk waktu yang cukup lama dia berdiskusi dengan kesepian
Bercanda dengan kesendirian
Tapi kemudian dia bosan, muak dengan sepi dan sendiri
Tujuan berikutnya belahan bumi selatan........................
Begitu menginjak daratan es itu,
muncul aurora di atas kepalanya Indah
Dia pun memutuskan untuk menetap sementara
Dia berdiskusi dengan dingin
Bercanda dengan silaunya kilatan aurora
Tapi kemudian dia bosan, kilatan aurora tak indah lagi di matanya....................
Sang pengembara beranjak dari belahan bumi selatan
Tak tahu ke mana kan berjalan
Sampai suatu hari dilihatnya sebuah cahaya terang
Diikutinya cahaya itu dan dijadikan pedoman langkahnya...........................
Sang pengembara berjalan cukup lama
Tak tahu cahaya apa yang diikutinya
Pada akhirnya ditemukan juga cahaya terang itu
Cahaya yang terang tapi tidak menyilaukan
Cahaya yang hangat tidak dingin
Cahaya itu nyaman, lembut, membuatnya jauh dari rasa sepi..................
Gadis pemilik cahaya terang itu menoleh
Menyadari bahwa sang pengembara mengikutinya
Sang pengembara dengan mantapnya melangkah mendekati sang gadis
Dia yakin inilah tempat yang dicarinya selama ini, bukan sekedar tempat persinggahan sementara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar